Toni Kroos Tidak Akan Kembali Gabung Bayern

Toni Kroos Tidak Akan Kembali Gabung Bayern

Secara pribadi, gelandang Internasional Jerman tersebut merasa bahwa masa karirnya di Bundesliga memang telah berakhir, tidak ada celah atau keinginan sedikit pun dalam dirinya untuk kembali berkarir disana, terlebih bersama dengan Bayern Munchen. Bahkan, Kroos ingin bertahan selama mungkin di Madrid.

Toni Kroos Tidak Akan Kembali Gabung Bayern

Wacana Kepulangan Toni Kroos menuju Bayern Munchen sepertinya tidak akan pernah terealisasi, pasalnya gelandang Internasional Jerman tersebut sendiri yang mengaku tidak akan kembali mengenakan seragam Merah di sisa perjalanan karirnya sebagai pemain sepakbola.

Seperti diketahui, pemain berusia 27 tahun itu memang merupaka salah satu mantan didikan tim akademi Bayern Munchen yang kemudian memulai debutnya di tim utama sejak 2009. Kroos telah memenangkan sejumlah gelar bergengsi bersama Bayern Munchen, termasuk treble winner di tahun 2013. Dan setelah Piala Dunia 2014, dia memutuskan pergi dari Allianz Arena untuk kemudian bergabung dengan Real Madrid.

Sejauh ini, Kroos telah mencatatkan 147 caps di semua ajang bersama Los Blancos, dia selalu jadi andalan tim Ibu Kota Spanyol itu dalam tiga tahun terakhir. Tapi, belakangan muncul isu yang menyebut bahwa pelatih Carlo Ancelotti yang kini menukangi Bayern membuat kroos berniat untuk pulang ke Allianz Arena. Sayangnya, hal tersebut tidak dibenarkan oleh Kroos, yang sama sekali tak tertarik kembali ke bundesliga.

“Saya sudah pasti tidak akan kembali ke Bundesliga. Bagian karier itu sudah selesai. Saya tidak bisa membayangkan diri saya kembali ke Bayern. Itu tidak akan terjadi. Saya tidak ingin kembali ke Jerman,” kata Kroos dalam sebuah wawancara dengan majalah Sponsors, Kamis (18/5).

Lebih lanjut, pemenang Piala Dunia 2014 itu mengungkapkan tekadnya untuk bertahan selama mungkin bersama Real Madrid.

“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dalam lima tahun ke depan. Tetapi target saya adalah tetap bertahan di Real Madrid,” katanya.

Pemain yang sudah menyepakati kontrak anyar sampai tahun 2022 itu juga tidak punya rencana untuk melanjutkan karir sebagai pelatih selepas gantung sepatu nanti.

“Bukan karena saya tidak percaya pada kemampuan sendiri atau karena pekerjaan itu tidak menyenangkan, melainkan karena menjadi pelatih bakal menguras waktu dan tenaga lebih banyak ketimbang menjadi pemain,” imbuhnya.