Hasil Imbang Ternyata Sudah Cukup Puaskan MU

Manchester United gagal meraih poin penuh saat menyambangi markas Everton akhir pekan kemarin. Tapi menariknya, hasil imbang saja sudah cukup memuaskan pelatih Ole Gunnar Solskjaer. Apakah MU tak lagi berhasrat untuk menang ?

Sebagaimana diketahui, Manchester United bertandang ke Goodison Park pada matchdays ke-28 Premier League, Minggu kemarin (01/03). Pada pertandingan tersebut, Setan Merah dikejutkan dengan gol cepat tuan rumah pada menit ke-3.

Saat itu, penjaga gawang David De Gea melakukan blunder fatal yang akhirnya mengubah kedudukan menjadi 1-0. Untung saja, masih ada Bruno Fernandez yang direkrut MU pada musim dingin kemarin. Dia mencetak gol balasan untuk mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1.

Pertandingan tersebut tampak cukup sulit bagi manchester United. Hasil imbang pun harusnya mengecewakan.

Tapi menariknya pelatih Ole Gunnar Solskjaer justru puas dengan kedudukan akhir pertandingan tersebut. Menurutnya Manchester United tampil lebih baik di babak pertama, sedangkan Everton lebih baik di babak kedua.

Tapi, Solskjaer juga mengakui, jika saja De Gea tidak melakukan Blunder, timnya mungkin pulang dengan tiga angka.

“Anda bisa menyebutnya sebagai pertandingan dalam dua babak. Di babak pertama kami bermain luar biasa setelah awal pertandingan yang sangat aneh. “

“Anda seharusnya tidak tertinggal 0-1 setelah kejadian seperti itu. Namun, itu terjadi, dan reaksi kami luar biasa. Saya kira kami telah memainkan sejumlah sepak bola fantastis dan ketika memasuki paruh waktu, seharusnya kami bisa unggul.” ujar Solskjaer di Manutd.com.

Sebagai informasi, Hasil imbang ini memang tidak mempengaruhi posisi Manchester United pada klasemen sementara Premier League. Mereka masih tetap di posisi ke-5, tertinggal tiga angka dari Chelsea yang berada di posisi 4.

Namun apa yang dikatakan sang manajer sepertinya tidak menunjukkan Manchester United itu sendiri. Mereka adalah tim yang tak pernah puas jika imbang terlebih kalah. Terutama di Era Sir Alex Ferguson, yang mana kepuasan hanya datang dari kemenangan.

Lantas, apakah pelatih asal Norwegia memang sudah menurunkan standar Manchester United sendiri ?