Eks Timnas Inggris Tak Setuju Gelar Liga Diberikan kepada Liverpool

Kevin Philipps, Mantan pemain timnas Inggris ini adalah salah satu yang tidak setuju jika gelar juara Premier League diberikan kepada Liverpool kalau-kalau kompetisi dihentikan secara permanen.

Sebenarnya, Liverpool arahan Jurgen Klopp tampil luar biasa musim ini. Mereka sangat sulit dikalahkan dan bisa meraih kemenangan demi kemenangan khususnya di liga. Total dari 29 pertandingan yang telah berlangsung, tim Marseyside menang 27 kali, imbang 1 kali dan hanya kali sekali.

Dengan catatan tersebut, Liverpool memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 25 poin dari rival terdekatnya, Manchester City. Artinya, Mareka hanya butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara liga.

Sayangnya, selebrasi Liverpool harus tertunda seiring dengan penangguhan sementara kompetisi Premier league menyusul pandemi Virus corona yang menyebar cepat di Inggris.

Pada awalnya, pihak otoritas Premier League berencana menunda kompetisi sampai awal april 2020. Tapi rapat terkini kemudian menghasilkan keputusan bahwa kompetisi baru digelar pada 30 April mendatang.

Dengan terus dimundurkannya jadwal, ada kemungkinan kompetisi premier League benar-benar ditiadakan jika situasinya memang tak kunjung mereda.

Lantas, apakah Liverpool berhak menerima gelar juara jika keputusan tersebut diambil ? ada yang setuju, tapi tak sedikit juga yang menolak. Kevin Philipps adalah salah satu pihak yang menolak gagasan tersebut.

Bukan tanpa alasan, memberi gelar juara kepada Liverpool juga sama dengan mengamini sisi lain seperti tim yang promosi ke Premier League dan sebagainya.

“Tidak. Kenapa harus begitu? Itu seperti mengatakan Leeds dan West Brom harus promosi. Hanya karena mereka jauh di depan mereka tidak memiliki hak untuk memiliki gelar,” serunya pada Football Insider.

Pihak Premier League sendiri sudah memutuskan untuk menunda liga lebih lama lagi. Liverpool dan semua tim di Inggris dijadwalkan baru akan bermain lagi pada 30 April. Namun itu juga belum pasti karena masih harus melihat situasi terkait Virus Corona.

Sedangkan kompetisi lain seperti Serie A Italia misalnya, mereka kembali mengendurkan jadwal sampai bulan Mei 2020 mendatang. Namun tak menutup kemungkinan juga kompetisi kembali bergulir lebih awal, andai vaksin virus ini memang sudah ditemukan.