Harry Kane Bisa Gemilang di Italia dan Spanyol

Setelah tampil cemerlang bersama dengan Tottenham Hotspur dan Tim Nasional Inggris, Harry Kane dipercaya juga bisa gemilang jika berkarir di Serie A Italia atau La Liga Spanyol. Demikian menurut legenda Inter Milan, Christian Vieri.

Sejak jadi andalan Tottenham Hotspur di lini depan, pada tahun 2014 silam sampai sekarang, pemain berusia 27 tahun itu sudah mengemas 181 gol dari 278 penampilan di semua ajang. Jadi sangat wajar jika yang bersangkutan jadi incaran sejumlah raksasa Eropa.

Terlebih usianya masih sangat muda, dan karirnya masih panjang. Diyakini, tim-tim sekelas Real Madrid, Juventus, Manchester United sampai Pars Saint-Germian mendambakan servis sang striker.

Christian Vieri, legenda Inter Milan dan Italia ini menganggap Kane akan tetap mampu tampil cemerlang bersama dengan klub La Liga Spanyol atau Serie A Italia. Menurutnya, kedua liga tersebut akan jadi destinasi yang cocok bagi sang pemain andai berniat meninggalkan Tottenham.

“Kane bukan striker Inggris klasik: secara fisik ia tidak memiliki banyak otot seperti [Romelu] Lukaku tetapi ia memiliki kemampuan menggiring bola, berlari, tembakan tepat dan kuat. Di Italia, seseorang seperti dirinya dikatakan memiliki ‘kaki lunak’.”

“Saya sangat menyukai Kane karena ia memiliki teknik dan kualitas yang tidak biasa, ia cantik untuk dilihat. La Liga atau Serie A akan menjadi liga yang sangat baik baginya jika ia memutuskan untuk meninggalkan London dan Tottenham,” ucapnya pada Daily Mail.

Serie A Italia sendiri terkenal sebagai liga yang sangat teknis. Banyak pemain atau penyerang top yang pada akhirnya meredup karena gagal bersinar di Liga tersebut. Namun, Vieri yakin Harry Kane tak punya masalah berarti tampil di liga yang sangat teknis.

“Ia tidak punya masalah bermain bagus di liga yang sangat teknis.” pujinya.

Belakangan ini, spekulasi masa depan Harry Kane memang kerap jadi perbincangan media-media Inggris. Pemain berusia 27 tahun itu pun sempat memberikan indikasi bahwa dia mungkin akan hengkang dari Klub London Utara.

Alasan utamanya adalah karena Tottenham Hotspur sulit bersaing dalam perburuan gelar juara.