Piala Dunia 2006, Materazzi Bantah telah Hina Ibunda Zidane

Piala Dunia 2006 menjadi mimpi indah bagi Timnas Italia yang berhasil menjadi juara dunia, usai kalahkan Prancis lewat adu penalti. Bagi Tim Ayam Jantan, tentu itu adalah salah satu kenangan buruk yang sulit dilupakan.

Bagaimana tidak? Timnas Prancis di atas kertas tampak lebih diunggulkan dari Italia. Mereka punya skuat yang lengkap, termasuk sang legenda besar, Zinedine Zidane yang bermain sejak menit pertama dalam partai tersebut.

Bahkan, sosok yang kini bekerja sebagai pelatih Real Madrid berhasil membawa Prancis unggul lebih dulu lewat golnya dari titik putih penalti. Namun nahasnya, Zidane justru jadi sosok yang membuat Prancis gagal juara, Bagaimana bisa?

Semuanya berawal dari insiden tandukan yang dilakukan Zidane terhadap Materazzi di tengah-tengah pertandingan. Insiden itu begitu ikonik, karena membuat sang kapten harus meninggalkan pertandingan lebih awal karena mendapat kartu merah dari wasit.

Berdasarkan tayangan ulang, Zidane saat itu tampak terprovokasi dengan perkataan mantan pemain Inter Milan. Namun, keduanya bungkam soal perkataan apa yang menjadi penyebab insiden ikonik tersebut.

Ada yang mengklaim bahwa Materazzi telah menghina Ibu Zidane. Sempat bungkam mengenai hal tersebut, Materazzi baru buka suara setelah 14 tahun berlalu.

Ditegaskan bahwa ibunya telah meninggal dunia sejak dia masih berusia 15 tahun, sehingga tidak terbesit sedikitpun untuk menghina ibu Zidane.

“Ibu saya meninggal dunia saat saya masih 15 tahun, saya tidak akan pernah menghina Ibunya. Saya bicara soal saudara perempuannya.” Jelas Materazzi.

Sebagaimana dilansir Football Italia, Zidane dan Materazzi saling lempar ejekan, yang pada akhirnya berujung pada perkataana pemain Italia yang menyakiti hati kapten Prancis.

“Saya tidak menduga tandukan itu, tapi saya kira itulah yang menyelamatkan saya. Jika saya menduganya, kami berdua bakal berakhir di ruang ganti lebih cepat. Saya menjaga dia dengan ketat. Saya terus meminta maaf ketika dia bereaksi dengan buruk, tapi pada kali ketiga, saya diam saja.”

“Dia berkata pada saya: ‘Jika mau, Anda bisa memiliki kostum saya setelah pertandingan’. Saya menjawab: ‘Saya lebih suka saudara perempuanmu’.” Ungkapnya.