Penunjukkan Unai Emery adalah Blunder Arsenal

Salah seorang legenda Arsenal, Jens Lehmann cukup sedih melihat kondisi mantan klubnya saat ini. Eks Kiper Timnas Jerman tersebut beranggapan bahwa semua bermula dari keputusan klub menunjuk Unai Emery menjadi manajer.

Seperti diketahuik, setelah Arsene Wenger memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya pada musim panas tahun 2018 silam, Arsenal memang menunjuk Unai Emery untuk jadi suksesor. Tentu saja, mantan pelatih Sevilla itu diharapkan bisa membangkitkan klub London Utara yang sedang terpuruk.

Tapi, faktanya setelah hanya satu setengah tahun saja menukangi The Gunners, mantan pelatih Paris Saint-Germain ini dipecat oleh manajemen Arsenal di akhir 2019 kemarin. Setelah itu, Arsenal menujuk Mikel Arteta untuk menjadi pelatih baru mereka.

Memang tampak ada sedikit perubahan ke arah yang positif, akan tetapi menurut Lehmann, kondisi Arsenal masih belum ideal. Yang disesalkan sang legenda adalah keputusan klub menunjuk Unai Emery sebagai suksesor Arsene Wenger.

“Saya menjadi asisten pelatih di Arsenal dua tahun yang lalu, namun kemudian Arsene pergi dan mereka mengubah susunan manajerial mereka,”

“Saya rasa Arsenal membuat kesalahan dengan menunjuk pelatih yang salah. Terkadang para atasan tidak mengetahui sepakbola seperti yang saya ketahui, dan mereka tidak tahu caranya memenangkan sesuatu.” ujar Lehmann kepada Stadium Astro.

Namun, Lehmann tak sepenuhnya menyalahkan Unai Emery, karena pelatih asal Spanyol tersebut juga cukup berpengalaman. Hanya saja, kendala utama sang manajer adalah bahasa, dimana fakta bahwa dia tidak bisa berbahasa Inggris membuat para pemain sulit memahami keinginannya.

“Saya rasa ia ingin membawa staffnya sendiri yang tidak bisa berbahasa Inggris. Lalu di hadapannya, pemain seperti saya yang pernah bermain untuk Arsenal tidak mereka inginkan.”

“Saya cukup terkejut ia dipilih menjadi manajer Arsenal karena saya merasa ia bukan pelatih yang cukup bagus terutama karena masalah bahasa. Dia mungkin memiliki ide yang bagus dalam bahasa Spanyol, namun ide itu tidak bisa ia sampaikan dengan baik dalam bahasa Inggris.” Tandasnya.

Arsenal kini masih berkutat di peringkat ke-8 pada klasemen sementara Premier League. Sangat kecil peluang bagi The Gunners untuk menembus empat besar di akhir musim ini.

Terlalu Awal Bagi Lautaro Martinez Untuk Pindah Klub

Lautaro Martinez kembali mendapat nasihat dari salah seorang legenda Tim nasional Argentina dan mantan pemain Inter Milan, Hernan Crespo. Tentu saja terkait dengan isu kepindahannya menuju Barcelona.

Sejak awal musim ini, Lautaro Martinez memang berhasil menjadi bintang yang mempesona di Inter Milan. Mendapatkan kepercayaan penuh dari Antonio Conte, pemain berusia 22 tahun itu tampil gemilang, menjadi duet yang ideal untuk Romelu Lukaku di lini depan.

Performanya yang konsisten dan usianya yang masih muda, membuat Lautaro Martinez menarik minat sejumlah raksasa Eropa. Tapi yang paling intens dikaitkan dengan sang pemain adalah raksasa La Liga Spanyol, Barcelona.

Disebutkan bahwa raksasa Catalan bakal merekrut Lautaro pada bursa transfer musim panas mendatang, menjadikannya sebagai suksesor Luis Suarez.

Hernan Crespo sudah beberapa kali memperingatkan Lautaro Martinez agar tidak tergoda bergabung dengan Barcelona. Dalam nasihat terbarunya, mantan pemain Parma tersebut menganggap terlalu dini bagi sang striker untuk pindah klub.

“Saya pribadi ingin dia bertahan di Inter,” beber Crespo kepada kanal Youtube David del las Heras.

Bagi Crespo, yang lebih penting saat ini bagi Lautaro Martinez adalah membangun sebuah fondasi, sehingga dirinya benar-benar siap pindah ke tim yang lebih besar.

“Dia baru tahun pertama menjadi starter. Saya pribadi berharap dia memiliki fondasi yang lebih solid sebelum pindah.” Tandasnya.

Tapi di luar dari hal tersebut, Crespo mengakui bahwa Lautaro Martinez adalah pemain yang sangat bagus, berbakat dan komplet.

“Dia memiliki kepribadian yang sangat serius dan ia anak yang fokus. Ia memiliki kepribadian yang sangat baik. Dia adalah penyerang yang komplet, di mana ia bisa bermain sebanyak penyerang tunggal atau menjadi tandem penyerang lain di lini serang.” ujarnya.

Banyak yang meyakini bahwa Transfer Lautaro ke Barcelona diragukan bisa terjadi di musim panas nanti. Pasalnya, Barcelona disebut enggan membayar 111 Juta Euro untuk pemain berusia 22 tahun tersebut. Meski coba untuk mengakalinya dengan pertukaran pemain, tapi Inter Milan menolaknya.

Namun, bukan tidak mungkin transfer ini terjadi andai Barcelona mendapat dana segar dari penjualan beberapa pemain.

Gabung Persib Bandung Jadi Momen Terindah Michael Essien

Kendati pernah membela klub-klub Raksasa Eropa sekelas Chelsea dan Real Madrid, tapi Gelandang Ghana, Michael Essien justru menganggap pengalaman bergabung dengan Persib Bandung sebagai momen terindah dalam karirnya.

Sebagai informasi, Michael Essien memang pernah membela salah satu klub Liga Indonesia, Persib Bandung. Dia bergabung dengan Maung Bandung pada tahun 2017, namun hanya bertahan satu musim di klub tersebut.

Kendati dibandingkan dengan klub-klub seperti Real Madrid dan Chelsea, Persib bandung berada di level yang jauh berbeda, namun Essien tak lantas memandang remeh pengalamannya itu.

Ketika melakukan wawancara langsung lewat Instagram bersama jurnalis asal Afrika Selatan Carol Tshabalala dalam acara bertajuk #ConvosWithCarol, Essien menganggap pengalamannya bergabung dengan Persib Bandung adalah momen terindah.

“Percayalah, itu (bermain bersama Persib) menjadi salah satu pengalaman paling indah dalam karier saya bermain untuk mereka,” ujar Essien.

Apa yang jadi sorotan Essien adalah kefanatikan suporter Indonesia, termasuk para fans Persib Bandung. Atmosfer yang dihadirkan para suporter selalu mengesankan, dan mereka tidak pernah melewatkan satupun pertandingan dari klub tersebut.

“Fans sangat fanatik. Mereka sangat menyukai sepak bola dan klub. Persib merupakan tim yang memiliki fansbase besar di Indonesia. Ini sangat gila,” kata Essien.

Lebih lanjut, eks pemain Chelsea ini menganggap bahwa salah satu faktor kesulitan bermain di Indonesia adalah faktor cuaca. Baginya, Indonesia memiliki cuaca yang sangat panas, bahkan panasnya melebihi cuaca di Ghana.

“Tidak mudah bermain di sana (Indonesia), saya sedikit mengalami kendala jika bertanding sore hari. Walau saya berasal dari Ghana, panasnya berbeda. Untungnya pertandingan kami lebih banyak digelar malam hari,” kata dia.

Tentu saja, para fans Persib Bandung akan selalu mengenang bahwa Michael Essien pernah membela klub kesayangan mereka di masa lalu.

Meski berlabel Superstar, dalam setiap latihan ia selalu menjadi pencair suasana dengan tingkah konyolnya maupun sebagai panutan untuk para pemain muda.

Selama semusim membela Persib Bandung, Essien mencatatkan 29 penampilan dan mencetak 5 gol diantaranya. Namun, ia gagal membawa Maung Bandung bersaing dalam perburuan gelar juara saat itu.

Juve Disarankan Pecahkan Celengan Untuk Pulangkan Pogba

Alessio Tachinardi menyarankan Juventus untuk menjual dua pemain mereka, Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot demi mendatangkan seorang gelandang saja yang efektif, Paul Pogba.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa spekulasi masa depan gelandang Timnas Prancis itu sedang jadi perbincangan media-media Eropa. Kabarnya, Pogba ingin meninggalkan Old Trafford sejak musim panas kemarin.

Kendati pada akhirnya bertahan, tapi Musim 2019-2020 menjadi periode buruk Pogba bersama United. Pogba mengalami cedera hampir sepanjang musim ini dan hanya bermain di delapan pertandingan saja di semua ajang.

Juara bertahan Serie A Italia, Juventus disebut-sebut sebagai salah satu tim yang ingin merekrut pemain berusia 27 tahun tersebut . Namun, pihak Setan Merah masih belum bersedia melepas sang pemain kecuali dengan harga tinggi, minimal 150 Juta Euro.

Untuk itu, Tacchinardi berharap agar Bianconneri menjual beberapa pemain mereka seperti Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot. Uang hasil penjualan tersebut menurutnya tepat untuk memulangkan Pogba ke Turin.

“Untuk mendapatkan Pogba kembali, saya akan membiarkan Rabiot dan Ramsey pergi, meskipun pemain asal Wales itu menunjukkan beberapa tanda kehidupan dalam beberapa pertandingan terakhir,” kata Tacchinardi kepada Tuttosport.

Lebih lanjut, Tacchinardi melayangkan sanjungan kepada salah satu gelandang muda Juventus, Rodrigo Bentancur yang menurutnya pemain tepat mengisi lini tengah Bianconneri.

“Pemain Uruguay ini terbuat dari barang yang kuat, ia memiliki karisma, selalu berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, menjaganya tetap sederhana dan tahu kapan harus mengoper atau memukul.”

“Dia bukan Andrea Pirlo, tapi kemudian saya tidak berpikir Sarri ingin seorang pemain seperti itu di depan pertahanan.” Tandasnya.

Selain Paul Pogba, Juventus juga kerap dikaitkan dengan gelandang muda Brazil, Arthur Melo Kabarnya, mereka siap melakukan pertukaran dengan Barcelona, dimana Miralem Pjanic bakal jadi alat pertukarannya.

Diklaim juga bahwa Juventus bersaing dengan Inter untuk beberapa target transfer, termasuk pemain dua Fiorentina Federico Chiesa dan Gaetano Castrovilli. Namun saat ini sepakbola masih belum bergulir lagi karena pandemi Corona.

Musim mungkin akan berakhir mundur dari jadwal seharusnya, sehingga jadwal bursa transfer juga bisa tertunda.

Dries Mertens Selangkah Lagi Bergabung Chelsea

Misteri masa depan penyerang Belgia, Dries Mertens di Napoli yang belakangan jadi perbincangan media-media Italia kini sudah memasuki babak baru. Dilaporkan, pemain berusia 33 tahun akan bergabung dengan raksasa Premier League, Chelsea.

Sebenarnya, Dries Mertens termasuk sosok yang vital dalam skuat Napoli. Ia sudah menjadi salah satu mesin gol andalan Partenopei selama empat musim terakhir ini. Akan tetapi, sejak bursa transfer musim panas kemarin, spekulasi tentang masa depannya mulai bertebaran.

Tidak heran, pasalnya kontrak Dries Mertens di Napoli habis di musim panas nanti, sedangkan sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda perpanjangan kontrak anyar yang disepakati.

Corriere Dello Sport mengklaim bahwa Mertens tidak akan melanjutkan karirnya di San Paolo musim depan. Ia akan pindah ke Inggris untuk bergabung dengan Chelsea. Menurut laporan tersebut, Mertens sudah cukup mantap untuk pindah ke klub London Barat.

Bahkan, Laporan yang sama juga meyakini bahwa Frank Lampard selaku pelatih Chelsea, belakangan mulai sering menelpon Mertens. Sang pelatih membujuknya untuk menjadi bagian dari skuatnya musim depan.

Berkat usaha tidak kenal lelah Lampard, Mertens akhirnya tertarik untuk pindah ke Chelsea musim depan. Menurut laporan tersebut, salah satu pertimbangan Mertens pindah ke Chelsea karena posisinya terjamin di skuat The Blues.

Memang, pada bursa transfer musim panas mendatang, Chelsea diyakini akan kehilangan tiga pemain mereka di lini depan. Masing-masing adalah Olivier Giroud, Willian dan Pedro Rodriguez. Ketiganya diyakini akan hengkang dalam waktu dekat.

Sedangkan di satu sisi, Dries Mertens sendiri cukup fleksibel bisa bermain di ujung tombak atau di sisi sayap. Jadi ia merasa bahwa jam bermainnya akan terjaga di musim depan. Lagipula, Premier League adalah tempat yang belum pernah disambangi pemain Belgia ini.

Selain jaminan bermain di skuat utama, Dries Mertens juga bersedia pindah ke London karena ia akan mendapatkan gaji yang besar di sana. Dilaporkan bahwa Chelsea siap menggelontorkan gaji lebih besar ketimbang yang didapat sang pemain semasa berkostum Napoli.

Namun tentu saja sejauh ini, kabar tersebut masih sebatas rumor.

Piala Dunia 2006, Materazzi Bantah telah Hina Ibunda Zidane

Piala Dunia 2006 menjadi mimpi indah bagi Timnas Italia yang berhasil menjadi juara dunia, usai kalahkan Prancis lewat adu penalti. Bagi Tim Ayam Jantan, tentu itu adalah salah satu kenangan buruk yang sulit dilupakan.

Bagaimana tidak? Timnas Prancis di atas kertas tampak lebih diunggulkan dari Italia. Mereka punya skuat yang lengkap, termasuk sang legenda besar, Zinedine Zidane yang bermain sejak menit pertama dalam partai tersebut.

Bahkan, sosok yang kini bekerja sebagai pelatih Real Madrid berhasil membawa Prancis unggul lebih dulu lewat golnya dari titik putih penalti. Namun nahasnya, Zidane justru jadi sosok yang membuat Prancis gagal juara, Bagaimana bisa?

Semuanya berawal dari insiden tandukan yang dilakukan Zidane terhadap Materazzi di tengah-tengah pertandingan. Insiden itu begitu ikonik, karena membuat sang kapten harus meninggalkan pertandingan lebih awal karena mendapat kartu merah dari wasit.

Berdasarkan tayangan ulang, Zidane saat itu tampak terprovokasi dengan perkataan mantan pemain Inter Milan. Namun, keduanya bungkam soal perkataan apa yang menjadi penyebab insiden ikonik tersebut.

Ada yang mengklaim bahwa Materazzi telah menghina Ibu Zidane. Sempat bungkam mengenai hal tersebut, Materazzi baru buka suara setelah 14 tahun berlalu.

Ditegaskan bahwa ibunya telah meninggal dunia sejak dia masih berusia 15 tahun, sehingga tidak terbesit sedikitpun untuk menghina ibu Zidane.

“Ibu saya meninggal dunia saat saya masih 15 tahun, saya tidak akan pernah menghina Ibunya. Saya bicara soal saudara perempuannya.” Jelas Materazzi.

Sebagaimana dilansir Football Italia, Zidane dan Materazzi saling lempar ejekan, yang pada akhirnya berujung pada perkataana pemain Italia yang menyakiti hati kapten Prancis.

“Saya tidak menduga tandukan itu, tapi saya kira itulah yang menyelamatkan saya. Jika saya menduganya, kami berdua bakal berakhir di ruang ganti lebih cepat. Saya menjaga dia dengan ketat. Saya terus meminta maaf ketika dia bereaksi dengan buruk, tapi pada kali ketiga, saya diam saja.”

“Dia berkata pada saya: ‘Jika mau, Anda bisa memiliki kostum saya setelah pertandingan’. Saya menjawab: ‘Saya lebih suka saudara perempuanmu’.” Ungkapnya.

Agen Isyaratkan Franck Kessie Bertahan di AC Milan

Gelandang muda Pantai Gading, Franck Kessie dipercaya bakal jadi incaran sejumlah raksasa Eropa pada musim panas nanti, termasuk Arsenal dan Inter Milan. Namun, Agen Transfernya memberikan isyarat bahwa sang pemain akan tetap bertahan Di San Siro.

Sebagai informasi, Frank Kessie merapat ke San Siro sejak bursa transfer musim panas tahun 2017 silam, dia dibeli dari Atalanta. Perlahan tapi pasti ia mulai memainkan peran yang krusial di lini tengah Rossonerri, khususnya sejak Stefano Pioli menduduki kursi manajer.

Performanya yang apik dan konsisten bersama AC Milan, membuat remaja berusia 23 tahun itu kabarnya diminati sejumlah tim papan tengah Eropa. Sejauh ini, kabarnya ada Arsenal dan Inter Milan yang tertarik untuk membeli Frank Kessie.

Menanggapi kabar tersebut, Agen Transfer Frank Kessie, George Atangana memberikan isyarat bahwa kliennya akan tetap jadi bagian dari Rossoneri musim depan.

“Saya ingat ketika kami bergabung dnegan Milan, mereka mencoba berjudi dengan kami dan kami menerima mereka karena klub ini memiliki arti yang besar bagi kami,” ujar George Atangana kepada Calciomercato.

Lebih lanjut, Atangana mengakui bahwa dia mendengar kabar adanya minat dari sejumlah klub besar Eropa. Tapi, dia menegaskan bahwa Frank Kessie sangat mencintai AC Milan dan tak menemukan alasan yang tepat untuk hengkang.

“Saat ini ada sebuah proyek yang tengah dibangun dalam klub ini. Karena alasan itulah saya merasa masa depannya masih bersama Rossonerri.” Tandasnya.

AC Milan sendiri sebenarnya masih belum bisa bersaing dalam perburuan gelar juara. Harusnya, hal tersebut membuat Franck Kessie tertarik merapat ke Inter Milan yang musim ini tampak mulai bisa bersaing di level atas.

Namun, Atangana memastikan bahwa tekad kliennya adalah untuk menjadi bagian dari momentum kebangkitan Milan.

“Saat ini kami memperkuat salah satu tim terpenting di dunia. Memang betul klub ini tidak tengah mengalami momen kejayaan, namun saya melihat tim ini ingin bangkit.” ujarnya.

Sayangnya, AC Milan sendiri saat ini masih belum menggelar aktivitas apapun karena pandemi Virus Corona yang melumpuhkan sepakbola Italia.

Harry Kane Bisa Gemilang di Italia dan Spanyol

Setelah tampil cemerlang bersama dengan Tottenham Hotspur dan Tim Nasional Inggris, Harry Kane dipercaya juga bisa gemilang jika berkarir di Serie A Italia atau La Liga Spanyol. Demikian menurut legenda Inter Milan, Christian Vieri.

Sejak jadi andalan Tottenham Hotspur di lini depan, pada tahun 2014 silam sampai sekarang, pemain berusia 27 tahun itu sudah mengemas 181 gol dari 278 penampilan di semua ajang. Jadi sangat wajar jika yang bersangkutan jadi incaran sejumlah raksasa Eropa.

Terlebih usianya masih sangat muda, dan karirnya masih panjang. Diyakini, tim-tim sekelas Real Madrid, Juventus, Manchester United sampai Pars Saint-Germian mendambakan servis sang striker.

Christian Vieri, legenda Inter Milan dan Italia ini menganggap Kane akan tetap mampu tampil cemerlang bersama dengan klub La Liga Spanyol atau Serie A Italia. Menurutnya, kedua liga tersebut akan jadi destinasi yang cocok bagi sang pemain andai berniat meninggalkan Tottenham.

“Kane bukan striker Inggris klasik: secara fisik ia tidak memiliki banyak otot seperti [Romelu] Lukaku tetapi ia memiliki kemampuan menggiring bola, berlari, tembakan tepat dan kuat. Di Italia, seseorang seperti dirinya dikatakan memiliki ‘kaki lunak’.”

“Saya sangat menyukai Kane karena ia memiliki teknik dan kualitas yang tidak biasa, ia cantik untuk dilihat. La Liga atau Serie A akan menjadi liga yang sangat baik baginya jika ia memutuskan untuk meninggalkan London dan Tottenham,” ucapnya pada Daily Mail.

Serie A Italia sendiri terkenal sebagai liga yang sangat teknis. Banyak pemain atau penyerang top yang pada akhirnya meredup karena gagal bersinar di Liga tersebut. Namun, Vieri yakin Harry Kane tak punya masalah berarti tampil di liga yang sangat teknis.

“Ia tidak punya masalah bermain bagus di liga yang sangat teknis.” pujinya.

Belakangan ini, spekulasi masa depan Harry Kane memang kerap jadi perbincangan media-media Inggris. Pemain berusia 27 tahun itu pun sempat memberikan indikasi bahwa dia mungkin akan hengkang dari Klub London Utara.

Alasan utamanya adalah karena Tottenham Hotspur sulit bersaing dalam perburuan gelar juara.

Marcelo Sedang Berada di Penghujung Karir bersama Madrid

Marcelo menjadi salah satu pemain yang mungkin menganggap pandemi Corona datang di saat yang tepat. Pasalnya, pemain Brazil ini kesulitan menjaga level performanya pada dua musim terakhir dan sering kali cedera sejak musim kemarin.

Situasi ini sempat membuat Marcelo terpinggirkan pada kampanye musim kemarin. Bahkan kembalinya Zinedine Zidane ke Madrid tidak bisa menyelamatkan karier bek Brasil itu sepenuhnya. Padahal, sebelumnya dia sempat tak tergantikan, namun apa daya, kini performanya menurun.

Tampak jelas dari starting line up Real Madrid musim ini, dimana Marcelo lebih sering duduk di bangku cadangan, menyaksikan aksi Ferland Mendy di lapangan.

Karenanya, penangguhan kompetisi karena pandemi Virus Corona ini mungkin adalah keberuntungan bagi Marcelo. Dia jadi memiliki waktu untuk memulihkan diri dari cedera dan mengembalikan performa terbaiknya lagi.

Hanya saja, yang jadi masalah saat ini adalah fakta bahwa kontrak Marcelo akan segera kedaluwarsa pada Juni 2022. Lantas, akankah Real Madrid memberikan kontrak baru kepada pemain Brazil ini?

Marcelo sudah 31 tahun, Zidane ingin mempertahankannya, tapi tawaran yang masuk untuk Marcelo jelas tidak akan sedikit. Sebut saja Juventus, salah satu dari banyak klub yang tertarik mendapatkan Marcelo.

Usia eks pemain Flamengo tersebut memang sudah tidak muda lagi, akan tetapi dia memiliki segudang pengalaman yang dibutuhkan Juventus untuk menjadi juara di panggung Eropa. Di samping itu, Marcelo dianggap sebagai sosok tandem yang tepat bagi Cristiano Ronaldo.

Selain itu, Real Madrid juga masih punya Achraf Hakimi, bek serbabisa yang tampil impresif selama menjalani masa peminjaman di Borussia Dortmund. Artinya, jika bertahan di Santiago Bernabeu, Marcelo mungkin perlu bersaing lagi dengan banyak pemain yang lebih muda darinya.

Beberapa tahun terakhir, Marcelo selalu jadi pemenang dalam persaingan internal ini. Dia menyingkirkan Theo Hernandez, Achraf, Reguilon, dan beberapa nama lain, meski sebagian besar hanya pergi sebagai pinjaman.

Dari segi kontribusi, Marcelo sangat patut diacungi jempol, dia adalah salah satu pemain krusial dalam keberhasilan Real Madrid meraih empat gelar Liga Champions Eropa sejak bergabung pada tahun 2008 silam.

Karena Pandemi Corona, Bursa Transfer Dipindah

Badan Sepakbola Dunia, FIFA telah memberikan izin kepada semua klub untuk memperpanjang kontrak para pemain mereka. Bahkan, bursa transfer musim panas juga dimundurkan menyusul situasi yang ada saat ini.

Pandemi Virus Corona kini memang memaksa hampir semua aktivitas sepakbola di seluruh dunia terhenti sementara waktu. Beberapa bahkan tidak bisa memberikan waktu pasti kapan aktivitas dan kompetisi kembali bergulir seperti biasa.

Situasi ini jelas tak bagus bagi kelangsungan klub dan kompetisi. Karenanya, FIFA sebagai badan sepakbola tertinggi kemudian berusaha mencari solusi terkait sejumlah aspek penting di sepak bola profesional.

Mereka pun menggelar sebuah pertemuan tidak langsung dengan para perawakilan liga-liga, klub federasi, dan para pemain membahas hal ini.

“Kami berharap bahwa usaha kolaboratif di bawah pimpinan FIFA ini akan memberikan contoh positif tentang bagaimana sepak bola bisa beriringan dan menunjukkan persatuan, solidaritas, dan semangat berkompromi untuk menghadapi tantangan di depan,” ujar Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Pada musim 2019/20 ini banyak pemain yang berada di tahun terakhir dalam kontraknya bersama klub masing-masing. Artinya, mereka harus sudah pergi saat bulan Juni atau juli mendatang. Sementara itu, kompetisi yang ditunda kemungkinan besar akan berhenti tidak tepat pada waktunya.

Dengan kata lain, situasi tersebut membuat para pemain yang berada di penghujung kontraknya harus meninggalkan klub sebelum kampanye berakhir. Situasi ini sungguh tidak biasa.

FIFA pun kini memberikan izin agar kontrak diperpanjang hingga musim ini benar-benar usai jika memang bisa dilanjutkan. Tentunya, perpanjangan ini juga harus disertai kesepakatan antara kedua pihak.

Selain itu, hal yang sama juga akan berlaku bagi kontrak pemain baru yang juga akan dimulai pada awal musim depan, kapan pun itu dijadwalkan.

Tak hanya itu, FIFA juga memberikan kelonggaran masalah bursa transfer. Mereka akan memindahkan bursa transfer musim panas nanti, antara awal musim ini berakhir (Kapanpun itu) sampai awal musim depan.

Klub-klub juga dipersilahkan untuk berunding mencari solusi terbaik dengan para pemain mereka tentang kompetisi yang sedang ditangguhkan. Seperti pemotongan gaji atau sejenisnya.