Begini Susunan Tim Impian Versi Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti baru-baru ini membeberkan susunan tim impiannya. Pelatih yang sudah memenangkan tiga trofi Liga Champions Eropa tersebut tak menyertakan nama-nama besar seperti Messi dan Ronaldo.

Perlu diketahui, Don Carletto saat ini menangani Everton, dan kinerjanya tampak belum maksimal sejauh ini. Namun hal tersebut tak lantas mengurangi sinar legenda AC Milan sebagai salah satu peramu taktik terbaik di Benua Biru.

19 Trofi sudah dikumpulkan Ancelotti sepanjang menapaki karir sebagai pelatih sepakbola. Dari jumlah tersebut, tiga diantaranya adalah gelar juara Liga Champions Eropa yang diraihnya, dua bersama AC Milan, sedangkan satu lagi saat menangani Real Madrid.

Total ada delapan raksasa Eropa yang sudah ditangani pelatih berusia 60 tahun itu, antara lain Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-germain, Real Madrid, Bayern Munchen, Napoli dan sekarang Everton. Diantara klub-klub tersebut, karir tersukses Ancelotti bisa dikatakan saat masih menangani AC Milan.

Delapan trofi dimenangkan Ancelotti selama menangani panji Rossoneri, dua diantaranya adalah gelar Liga Champions Eropa. Nah, sebagai pelatih yang pernah menangani banyak pemain hebat, tentu saja Ancelotti tahu persis bagaimana menyusun skuat dengan baik.

Baru-baru ini, dia diminta untuk menyusun tim yang terdiri dari 11 pemain. Tim Impian yang diisi oleh para legenda top Sepakbola.

Dalam susunan tim yang dilansir GiveMe Sport tersebut, ada lima legenda AC Milan antara lain Cafu, Paolo Maldoni, Andrea Pirlo, Ricardo Kaka, dan Andriy Shevchenko. Menariknya, tidak ada nama Cristiano Ronaldo maupun Lionel Messi dalam susunan tim impian Don Carletto.

Padahal, kedua pemain itu adalah pemain terbaik dalam dua dekade terakhir. Ancelotti bahkan pernah sukses bersama Cristiano Ronaldo saat menangani Real Madrid. Adapun, berikut adalah susunan tim impian Carlo Ancelotti.

Kiper : Gianluigi Buffon (Parma)
Bek : Cafu (AC Milan), Thiago Silva (Paris-Saint Germain), John Terry (Chelsea), Paolo Maldini (AC Milan)
Gelandang : Zinedine Zidane (Juventus), Pirlo (AC Milan), Frank Lampard (Chelsea), Kaka (AC Milan)
Penyerang : Zlatan Ibrahimovic (PSG), Andriy Shevchenko (AC Milan).

Diantara nama-nama tersebut, hanya Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva yang masih aktif bermain sampai sekarang.

Abaikan Masa Depan di Chelsea, Pedro Lebih Khawatir Ancaman Corona

Kendati masa depannya bersama Chelsea masih jadi teka-teki, Pedro Rodriguez memilih cuek, karena menurutnya wabah Virus Corona jauh lebih mengkhawatirkan ketimbang urusan lain.

Sebagai informasi, Striker asal Spanyol tersebut saat ini memang masih terikat kontrak dengan Chelsea. Kontraknya baru akan kadaluwarsa pada penghujung musim 2019/20 ini. Hanya saja, sampai sekarang belum ada kesepakatan terkait kontrak baru.

Jika memang tak kunjung ada kesempatan sampai musim ini berakhir, artinya mantan pemain Barcelona tersebut bisa pergi dengan status bebas transfer alias gratis pada bursa transfer musim panas nanti.

Situasi ini membuat masa depan pemain Spanyol menjadi teka-teki. Spekulasi tentang kelanjutan karirnya mulai bermunculan. Namun, saat ditanya tentang hal tersebut, Pedro tampak cuek. Dia mengabaikan fakta itu.

Bukan tanpa alasan, melainkan karena ada hal yang lebih penting untuk dicemaskan ketimbang kontrak baru.

“Kontrak saya akan segera habis tapi sat ini hal itu bukanlah yang terpenting. Saya tak berhenti memikirkan hal ini,” ujar Pedro kepada Cadena SER.

Tak lain masalah yang dimaksud Pedro adalah Virus Corona yang membuat semua pemain sepakbola di Eropa, termasuk di Inggris harus mengkarantina diri di rumah masing-masing.

“Hal terpenting adalah semua orang menunjukkan solidaritas. Apa pun yang terjadi pada masa depan saya akan terjadi tapi sekarang itu tidak penting karena kami bahkan tidak tahu kapan bisa kembali berlatih,”

“Kami menjalani karantina karena salah satu pemain kami positif terinfeksi virus Corona, dia sekarang dalam kondisi baik dan kami sangat senang untuknya,” tambahnya.

Sebagai informasi, salah satu pemain Chelsea memang sudah positif terjangkit virus corona atau COVID-19, pemain tersebut adalah Callum Hudson-Odoi. Chelsea mengkonfirmasi temuan kasus ini selang beberapa jam setelah pelatih Arsenal Mikel Arteta dipastikan terjangkit.

Premier League sendiri masih ditunda untuk sementara waktu seiring dengan temuan dua kasus Corona yang menimpa kedua sosok tersebut. Rencananya, Liga akan kembali digelar pada akhir April 2020 mendatang.

Jikapun situasinya tak kunjung mereda, kemungkinan besar Premier League akan menggelar pertandingan tanpa penonton.

Eks Timnas Inggris Tak Setuju Gelar Liga Diberikan kepada Liverpool

Kevin Philipps, Mantan pemain timnas Inggris ini adalah salah satu yang tidak setuju jika gelar juara Premier League diberikan kepada Liverpool kalau-kalau kompetisi dihentikan secara permanen.

Sebenarnya, Liverpool arahan Jurgen Klopp tampil luar biasa musim ini. Mereka sangat sulit dikalahkan dan bisa meraih kemenangan demi kemenangan khususnya di liga. Total dari 29 pertandingan yang telah berlangsung, tim Marseyside menang 27 kali, imbang 1 kali dan hanya kali sekali.

Dengan catatan tersebut, Liverpool memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 25 poin dari rival terdekatnya, Manchester City. Artinya, Mareka hanya butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci gelar juara liga.

Sayangnya, selebrasi Liverpool harus tertunda seiring dengan penangguhan sementara kompetisi Premier league menyusul pandemi Virus corona yang menyebar cepat di Inggris.

Pada awalnya, pihak otoritas Premier League berencana menunda kompetisi sampai awal april 2020. Tapi rapat terkini kemudian menghasilkan keputusan bahwa kompetisi baru digelar pada 30 April mendatang.

Dengan terus dimundurkannya jadwal, ada kemungkinan kompetisi premier League benar-benar ditiadakan jika situasinya memang tak kunjung mereda.

Lantas, apakah Liverpool berhak menerima gelar juara jika keputusan tersebut diambil ? ada yang setuju, tapi tak sedikit juga yang menolak. Kevin Philipps adalah salah satu pihak yang menolak gagasan tersebut.

Bukan tanpa alasan, memberi gelar juara kepada Liverpool juga sama dengan mengamini sisi lain seperti tim yang promosi ke Premier League dan sebagainya.

“Tidak. Kenapa harus begitu? Itu seperti mengatakan Leeds dan West Brom harus promosi. Hanya karena mereka jauh di depan mereka tidak memiliki hak untuk memiliki gelar,” serunya pada Football Insider.

Pihak Premier League sendiri sudah memutuskan untuk menunda liga lebih lama lagi. Liverpool dan semua tim di Inggris dijadwalkan baru akan bermain lagi pada 30 April. Namun itu juga belum pasti karena masih harus melihat situasi terkait Virus Corona.

Sedangkan kompetisi lain seperti Serie A Italia misalnya, mereka kembali mengendurkan jadwal sampai bulan Mei 2020 mendatang. Namun tak menutup kemungkinan juga kompetisi kembali bergulir lebih awal, andai vaksin virus ini memang sudah ditemukan.

Kabar Cristiano Ronaldo Positif Virus Corona Ternyata Cuma Hoax !

Mega Bintang Portugal, Cristiano Ronaldo dipastikan Negatif dari Virus Corona. Kabar ini sekaligus membantah isu yang beredar selama sehari terakhir bahwa eks Madrid itu telah terjangkit COVID-19.

Memang tak bisa dipungkiri bahwa Virus Corona sudah semakin memprihatinkan saja. Namun, ada beberapa oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk menyebar kabar yang belum tentu benar.

Di Italia sendiri, kasus Corona sudah tergolong parah. Bahkan, Serie A Italia telah ditangguhkan selama sebulan ke depan karena wabah ini. Tak lama berselang setelah keputusan tersebut, Juventus mengkonfirmasi bahwa bek mereka, Daniele Rugani telah positif terjangkit virus ini.

Seiring dengannya, Juventus langsung melakukan tindakan pencegahan. Mereka mengkarantina 121 orang klub yang terdiri dari staff sampai para pemain. Termasuk Cristiano Ronaldo, bintang 35 tahun ini langsung pulang ke Portugal, dan menjalani karantina di Rumahnya sendiri.

Namun, berita sempat terdengar menyebut bahwa mantan bintang Real Madrid tersebut positif terinfeksi Corona. Wajar, karena setelah pertandingan melawan Inter Milan kemarin, sang pemain disebut sempat berinteraksi dengan Daniele Rugani.

Akan tetapi, klaim tersebut kemudian dibantah oleh Presiden Madeira, Miguel Albequerqe. Setelah dilalkukan pengecekan, Cristiano Ronaldo dipastikan negatif dari virus COVID-19 ini.

“Saya tidak bisa berbicara banyak mengenai kondisi ini karena masalah perlindungan data, namun saya bisa mengatakan bahwa situasinya sudah dianalisis dengan cermat, dan kami bisa mengonfirmasi bahwa tidak ada infeksi virus yang menjangkitinya,” ujar Albequerqe kepada Sportsmole.

Sebenarnya, kepulangan Cristiano Ronaldo ke Portugal awalnya bukan untuk mengisolasi diri. Dia pulang ke kampung halamannya untuk menjenguk sang Ibu. Ibunya diberitakan mengalami stroke di awal bulan lalu, sehingga ia mencemaskan keselamatan sang ibu.

Akan tetapi, Ronaldo memilih untuk tidak kembali ke Turin, setelah mendengar kabar bahwa daniele Rugani telah positif terjangkit Corona. Alhasil, Ronaldo mengkarantina diri di rumahnya sendiri.

Serie A Italia telah resmi ditangguhkan sampai sebulan ke depan. Andai situasinya membaik, liga ini akan kembali digulirkan pada tanggal 4 April mendatang. Namun bisa saja lebih lama, karena belum ada vaksin yang ditemukan untuk Virus Corona tersebut.

Masalah Internal Barcelona Diklaim Belum Tuntas

Kendati baru saja berhasil kembali merebut puncak klasemen sementara, tapi situasi di Barcelona diklaim masih genting. Pasalnya, masalah Internal di Klub Catalan diyakini masih belum tuntas.

Sebagaimana dilansir Marca, hubungan antara pimpinan, staf pelatih, dan tim Barca sudah lama bermasalah. Ada beberapa pertanda mengenai hal tersebut, kendati Los Blaugrana baru saja berhasil menang 1-0 atas Real Sociedad.

“Klub jadi lemah,” tutur Gerard Pique setelah pertandingan. Selain itu, fans Barca pun menunjukkan kekecewaan mereka sejak awal pertandingan dengan siulan kritik untuk para pemain.

Salah satu indikasi yang tampak jelas adalah ketika klub berhadapan dengan Eibar beberapa pekan yang lalu. Pada pertandingan yang berlangsung di Camp Nou tersebut, para fans Barcelona tampak melempar sapu tangan putih ke lapangan.

Para fans yang hadir menuntut presiden Josep Maria bartomeu untuk mundur dari jabatannya. Berbagai departemen internal Barca juga melahirkan masalah ini. Banyak departemen yang dikabarkan saling meragukan dan tidak percaya satu sama lain.

Salah satu contoh terdekat adalah kasus yang melibatkan direktur olahraga klub, Eric Abidal dengan kapten tim, Lionel Messi. Legenda Prancis tersebut secara terbuka mengkritik performa Messi dkk, padahal beberapa pemain yang dibeli klub atas gagasannya terbilang gagal.

Kemudian, kedua sosok tersebut kembali terlibat konflik menyusul pemecatan Ernesto Valverde dari kursi manajer. Abidal menuding para pemain Barcelona terlibat dalam pemecatan tersebut, Messi tak terima dan terang-terangan mengkritik sang direktur olahraga.

Lalu masih ada skandal media sosial yang melibatkan Bartomeu. Kabarnya presiden Barca ini menyewa jasa buzzer untuk meningkatkan kredibilitasnya dan menyerang kandidat presiden penggantinya.

Lebih lanjut, pergantian pelatih, memecat Ernesto Valverde untuk Quique Setien dianggap belum benar-benar berdampak positif. Barca masih menunjukkan kelemahan yang sama. Para pemain bahkan kesulitan menerapkan taktik Setien yang ingin memainkan bola dari belakang.

Tak sampai disitu, belum lama juga sempat ada sikap kontroversial dari Eder Sarabia. Assisten pelatih Quique Setien tersebut secara terang-terangan memaki para pemain yang tampil buruk di atas lapangan. Akibatnya, Setien harus meminta maaf di depan publik.

Akan tetapi, Barca sejauh ini masih memimpin klasemen sementara, mereka juga masih berpeluang lolos ke babak perempat final Liga Champions Eropa.

Hasil Imbang Ternyata Sudah Cukup Puaskan MU

Manchester United gagal meraih poin penuh saat menyambangi markas Everton akhir pekan kemarin. Tapi menariknya, hasil imbang saja sudah cukup memuaskan pelatih Ole Gunnar Solskjaer. Apakah MU tak lagi berhasrat untuk menang ?

Sebagaimana diketahui, Manchester United bertandang ke Goodison Park pada matchdays ke-28 Premier League, Minggu kemarin (01/03). Pada pertandingan tersebut, Setan Merah dikejutkan dengan gol cepat tuan rumah pada menit ke-3.

Saat itu, penjaga gawang David De Gea melakukan blunder fatal yang akhirnya mengubah kedudukan menjadi 1-0. Untung saja, masih ada Bruno Fernandez yang direkrut MU pada musim dingin kemarin. Dia mencetak gol balasan untuk mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1.

Pertandingan tersebut tampak cukup sulit bagi manchester United. Hasil imbang pun harusnya mengecewakan.

Tapi menariknya pelatih Ole Gunnar Solskjaer justru puas dengan kedudukan akhir pertandingan tersebut. Menurutnya Manchester United tampil lebih baik di babak pertama, sedangkan Everton lebih baik di babak kedua.

Tapi, Solskjaer juga mengakui, jika saja De Gea tidak melakukan Blunder, timnya mungkin pulang dengan tiga angka.

“Anda bisa menyebutnya sebagai pertandingan dalam dua babak. Di babak pertama kami bermain luar biasa setelah awal pertandingan yang sangat aneh. “

“Anda seharusnya tidak tertinggal 0-1 setelah kejadian seperti itu. Namun, itu terjadi, dan reaksi kami luar biasa. Saya kira kami telah memainkan sejumlah sepak bola fantastis dan ketika memasuki paruh waktu, seharusnya kami bisa unggul.” ujar Solskjaer di Manutd.com.

Sebagai informasi, Hasil imbang ini memang tidak mempengaruhi posisi Manchester United pada klasemen sementara Premier League. Mereka masih tetap di posisi ke-5, tertinggal tiga angka dari Chelsea yang berada di posisi 4.

Namun apa yang dikatakan sang manajer sepertinya tidak menunjukkan Manchester United itu sendiri. Mereka adalah tim yang tak pernah puas jika imbang terlebih kalah. Terutama di Era Sir Alex Ferguson, yang mana kepuasan hanya datang dari kemenangan.

Lantas, apakah pelatih asal Norwegia memang sudah menurunkan standar Manchester United sendiri ?

Liverpool Akan Kembali Pasif di Bursa Transfer Musim Panas

Pada bursa transfer musim panas kemarin, Liverpool tampak tidak begitu aktif dengan segelintir saja pemain yang mereka datangkan. Nah, pada bursa transfer musim panas mendatang, pelatih Jurgen Klopp berencana untuk melakukan hal serupa.

Liverpool memang tidak memiliki pemain yang menonjol seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi atau Neymar. Kendati begitu, dengan skuat yang ada saat ini Tim Marseyside berhasil menjadi juara di ajang Liga Champions Eropa musim kemarin.

Bisa dikatakan, para pemain Liverpool sudah cukup memadai di setiap lini. Itulah mengapa klub berjuluk the Reds itu hanya melakukan sedikit pergerakan di dua bursa transfer terakhir ini. Jika ditotal secara keseluruhan, The reds hanya menghabiskan 10,4 juta euro saja.

Dengan komposisi pemainnya saat ini, Liverpool masih berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan gelar Liga Champions Eropa. Mereka juga sudah hampir pasti juara Premier League setelah unggul 19 poin atas Manchester City.

Karena alasan tersebutlah manajer Jurgen Klopp mengungkapkan bahwa mungkin klub tidak begitu aktif lagi pada bursa transfer musim panas mendatang.

“Kami akan lihat apakah kami bisa membuat keputusan yang tepat lagi. Ini tidak tergantung pada kami sendirian, inilah bursa transfer, keadaan di sekeliling bisa memberi pengaruh. Bukan berarti kami akan menjadi gila soal apa yang terjadi di luar sana – kami menginginkan pemain yang tepat, kami tidak ingin membeli secara sembarangan,” ujar Klopp seperti yang dikutip dari Liverpool Echo.

Bukan bermaksud arogan, tapi skuat Liverpool saat inni sudah cukup bagus. Selain itu, para pemain andalan juga sudah terikat kontrak dalam jangka waktu yang cukup panjang di Anfield.

“CV tidak mudah untuk dipenuhi. Kelompok umur tim ini sedang baik. Dalam dua atau tiga tahun, mungkin akan berbeda tapi pada saat ini, semua masih terlihat baik. Semuanya bergantung kepada apa yang anda inginkan – apakah ini umur yang bagus untuk dijual? Mungkin tidak. Namun apakah bagus untuk performa? Ya. Jadi ada banyak hal yang harus dipikirkan. Ini masa yang menarik,” tutupnya.

Bayern Sepertinya Tidak Akan Beli Coutinho Secara Permanen

Juara bertahan Bundesliga Jerman, Bayern Munchen memberikan indikasi bahwa mereka tidak akan membeli winger Brazil, Philippe Coutinho secara permanen. Lewat salah satu petinggi klub, Die Roten mengkritik performa pemain Barcelona tersebut.

Sebagaimana diketahui, Bayern Munchen mendatangkan Philippe Coutinho pada bursa transfer musim panas kemarin. Winger Tim Nasional Brazil dipinjam dari Barcelona dengan durasi satu musim ke depan. Pada awalnya, pemain berusia 27 tahun itu tampil impressif.

Walau demikian, mantan pemain Inter Milan juga sering kali jadi sasaran kritik dari fans Bayern dan juga media-media Jerman. Coutinho dianggap masih belum mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya, seperti saat masih membela Liverpool.

Performanya yang tak menentu ini membuat pelatih anyar Hansi Flick menepikan sang pemain di dua laga secara beruntun. Dia baru diturunkan sebagai starter pada pertandingan melawan Hoffenheim di ajang DFB Pokal kamis dinihari WIB Kemarin (06/02).

Dalam pertandingan tersebut, Bayern Munchen memang berhasil meraih kemenangan dengan skor telak 4-3. Sayangnya, Coutinho mendapat kritikan dari berbagai pihak karena performanya yang dianggap tidak memuaskan.

Bahkan, kritikan juga datang dari salah satu petinggi Bayern Munchen, Hasan Salihamidzic. Menurutnya, performa Coutinho masih tidak konsisten.

“Dia seringkali tampil bagus, tapi kemudian ia membuat dirinya sendiri mengalami kesulitan dengan penampilannya. Dia perlu merasa segala sesuatnya akan berjalan lancar. Hal tersebut tak muncul pada laga ini, tapi kami tahu apa yang bisa dia lakukan,” ujar Salihamidzic seperti dikutip Marca.

Kritikan yang dilayangkan oleh petinggi Bayern ini seolah menjadi pertanda bahwa kubu Die Roten memang tidak tertarik menebus klausul pelepasan Coutinho secara permanen pada musim panas mendatang.

Jika memang benar demikian, berarti Coutinho harus kembali ke klub asalnya, Barcelona. Sayangnya, kubu Blaugrana diklaim sudah tak menginginkan Coutinho lagi. Karena itu, besar kemungkinan mantan pemain Liverpool akan dijual Barcelona pada musim panas mendatang dengan banderol yang mungkin jauh lebih murah.

Barcelona sendiri masih kebingungan mencari penyerang anyar. Mereka kehilangan Luis Suarez dan Ousmane Dembele. Kedua pemain tersebut menepi karena cedera.

Performa Juve lawan Napoli ? Ini Jawaban Sarri

Juventus gagal meneruskan tren positif, berhadapan dengan Napoli, sang juara bertahan takluk dengan skor 1-2. Kekalahan tersebut memang tak menggoyahkan posisi Bianconneri di puncak klasemen sementara Serie A Italia, namun pelatih Maurizio Sarri tampak kecewa. Dia bahkan menganggap performa Cristiano Ronaldo Dkk dalam laga tersebut sangat hambar.

Bermain di San paolo yang merupakan markas Napoli, sang juara bertahan tampil dibawah tekanan sejak menit pertama. Juventus mencatatkan 49 persen penguasaan bola, berbanding 51 persen milik Partenopei. Selain itu, Juve juga hanya memperoleh empat peluang bagus dari delapan kesempatan. Tapi Tuan Rumah melepas 15 tembakan, empat diantaranya mengarah tepat ke gawang.

Meski berhasil menahan gempuran lawan di babak pertama, Juventus pada akhirnya kebobolan gol di babak kedua. Sepasang gol Partenopei dicetak Piotr Zielinski pada menit ke-62 dan Lorenzo Insigne menit ke-86. Baru memasuki menit-menit akhir pertandingan, Juventus berhasil mencetak gol balasan lewat Cristiano Ronaldo.

Sayangnya usaha tersebut sudah terlambat, Napoli toh tetap berhasil menang dengan skor tipis 2-1. Hasil ini membuat Juventus gagal menjauh dari kejaran Inter Milan. Juve tetap berada di puncak klasemen sementara Serie A dengan 51 poin, alias unggul tiga atas Nerazzurri. Namun demikian, pelatih Maurizio Sarri tampak kecewa dengan performa para pemainnya.

Cristiano Ronaldo cs menurutnya tidak tampil seperti biasa, dan performa mereka secara keseluruhan dinilai hambar.

“Para pemain sangat pasif sepanjang pertandingan, mereka mungkin merasa bisa memperlambat tempo pertandingan, melakukan lima sentuhan, selalu jauh di antara area, sangat-sangat hambar. Itu adalah performa yang buruk, kami memiliki pendekatan yang salah, intensitas dan interpretasi psikologis yang diikuti oleh interpretasi fisik. Namun saya rasa ini bukan kami”

“Kami juga sudah membuat Napoli berada dalam situasi dimana mereka bisa mengalahkan kami. Kami selalu terlambat ke setiap bola. Seolah-olah kami dalam gerakan lambat dan tidak ada yang berhasil,” kata Sarri.

Bagi Juventus, ini adalah kekalahan kedua yang mereka telan di sepanjang kampanye musim 2019/20 ini.

Mourinho Ragu Son Bisa Gantikan Peran Harry Kane

Cedera Harry Kane sepertinya membuat manajer Jose Mourinho sangat kecewa, bahkan saking kecewanya dia merasa tidak percaya diri dengan pemain lain. Hal ini terlihat jelas dari pernyataan sang manajer baru-baru ini, dimana dia menilai bahwa Son Heung-Min tidak akan mampu menggantikan peranan striker tim Nasional Inggris itu di lini depan.

Sebagaimana diketahui, Harry Kane memang mengalami cedera hamstring pada bagian paha kirinya dalam pertandingan melawan Southampton akhir pekan kemarin. Setelah menjalani pemeriksaan secara intensif, striker asal Inggris itu butuh waktu istirahat yang cukup lama, termasuk tentu Kane terpaksa absen ketika Spurs berhadapan dengan Liverpool akhir pekan besok.

Absensi Kane sepertinya membuat manajer Jose Mourinho kalang kabut. Wajar saja, mengingat striker tim Nasional Inggris tersebut sudah jadi salah satu pemain kunci Spurs dalam beberapa musim terakhir, tak terkecuali di musim ini.

Bahkan, karena cederanya Kane, Mourinho seperti tidak memandang sosok Son Heung Min sebagai suksesor yang sepadan, bahkan mengeluh karena minimnya opsi lini depan yang dimiliki timnya. Mou merasa iri dengan beberapa klub yang memiliki banyak striker.

“Beberapa tim memiliki empat striker, Inter salah satunya. Mereka punya Romelu Lukaku, Lautaro Martinez, dan Alexis Sanchez,” ujar Mourinho.

Akan tetapi, alasan Mourinho tidak percaya pada Son Heung-Min bukan mengarah pada performa, dia tetap menganggap pemain Korea Selatan itu adalah sosok pemain berkualitas. Hanya saja, Son memang bukan striker tengah yang berperan sebagai targetman layaknya Harry Kane.

“Tak ada yang bisa menggantikan Harry Kane. Mengapa saya tidak menaruh Son Heung-min? karena dia bukan striker. Striker yang saya sebut sebagai nomor 9 adalah target man, dan Son tidak memiliki kriteria itu,” kata Jose Mourinho.

Di sisi lain, saat ini Tottenham Hotspur dirumorkan sedang berupaya mendatangkan Krzysztof Piatek dari AC Milan untuk mengisi lubang yang ditinggalkan Kane. Piatek juga terancam tergusur dari skuat utama AC Milan musim ini, seiring dengan kedatangan Zlatan Ibrahimovic pada awal bulan ini. Namun sampai sekarang memang belum ada kesepakatan yang tercapai.